EKONOMI MIKRO dan EKONOMI MAKRO
A. Ekonomi Mikro
1.Pengertian Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro mempelajari kegiatan-kegiatan ekonomi dan unit-unit ekonomi individual, yaitu individu sebagai konsumen, individu sebagai pemilik factor produksi, maupun individu sebagai produsen. Permintaan dan penawaran hingga struktur pasar merupakan analisa ekonomi dalam konteks mikro.
Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli-ahli ekonomi klasik pada abad ke-18 dan ke-19, seperti Adam Smith, David Ricardo, yang selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou. Guna menyusun teorinya, ahli-ahli ekonomi klasik (mikro) mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu. Berikut adalah anggapan-anggapan dasar itu yaitu:
a. Setiap subjek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional, yakni para konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang dikonsumsi, sementara produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang maksimal
b. Setiap subjek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang terjadi di pasar
c. Tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga para subjek ekonomi dapat segera menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar
2. Teori Ekonomi Mikro
Analisa ekonomi mikro dapat dibagi menjadi tiga, yaitu teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Adapun ketiga teori tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Teori harga antara lain membahas tentang proses pembentukan harga yang dipengaruhi oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di suatu pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar, menganalisa tentang konsep elastisitas permintaan atau elastisitas penawaran dan sebagainya.
b. Teori produksi antara lain menganalisa tentang masalah biaya produksi, tingkat produksi yang paling menguntungkan bagi produsen, serta kombinasi faktor-faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum tercapai.
c. Teori distribusi membahas tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha.
3. Masalah Ekonomi Mikro
Contoh-contoh masalah ekonomi mikro antara lain sebagai berikut:
a. Kegagalan pasar (market failure), yaitu suatu kondisi dimana pasar tidak mampu melakukan mekanismenya sendiri.
b. Pasar yang tidak kompetitif
c. Pengadaan barang public
B. Ekonomi Makro
1. Pengertian Ekonomi Makro
Ekonomi makro mempelajari tentang variable-variabel total seperti pendapatan nasional, konsumsi, tabungan masyarakat, investasi total, dan sebagainya.
Ekonomi makro menganalisa keadaan keseluruhan dari kegiatan perekonomian. Ekonomi makro tidak membahas kegiatan yang dilakukan oleh seorang produsen, seorang konsumen, atau seorang pemilik factor produksi, tetapi pada keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan Negara lain bagaimana pengaruh tindakan-tindakan tersebut terhadap perekonomian secara keseluruhan.
2. Teori Ekonomi Makro
Kelahiran teori ekonomi makro ditandai dengan keluarnya sebuah buku yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money (Teori Umum atas Kesempatan Kerja, Suku Bunga, dan Uang) pada tahun 1937 yang ditulis J. M. Keynes, seorang ahli ekonomi dari Universitas Cambridge, Inggris.
3. Masalah Ekonomi Makro
Dalam perkembangannya, permasalahan ekonomi makro dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu masalah ekonomi makro jangka pendek dan masalah ekonomi makro jangka panjang.
a.Masalah ekonomi makro jangka pendek
1. Inflasi. Inflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan terus menerus.
-Jenis-jenis Inflasi
Berdasarkan tingkat keparahan
1.Inflasi ringan. Besar Inflasi ini dibawah 10% per tahun
2. Inflasi sedang. Besar Inflasi ini 10-30% per tahun
3. Inflasi berat. Besar Inflasi ini 30-100% per tahun
4. Inflasi sangat berat (hiperinflasi). Besar inflasi ini diatas 100% per tahun
Berdasarkan penyebabnya
1. Demand-Pull Inflation. Inflasi ini disebabkan oleh kelebihan permintaan efektif atas barang dan jasa
2. Cost-Push Inflation. Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan biaya produksi
Berdasarkan asalnya
1. Imported Inflation. Inflasi ini timbul karena adanya Inflasi diluar negeri yang mengakibatkan naiknya harga barang di dalam negeri
2. Inflasi dari Dalam Negeri. Inflasi ini murni berasal dari gejolak perekonomian dalam negeri, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran
-Penyebab Inflasi
Jumlah uang beredar
Administered Prices
Supply Shock
-Dampak Inflasi
• Menurunkan daya beli masyarakat
• Menghambat perkembangan dunia usaha karena modal yang tersedia merosot nilainya
• Menyulitkan pemerintah membayaran cicilan utang luar negeri karena defisitnya APBN
• Mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota masyarakat
• Menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi
• Menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja dalam masyarakat
-Cara mengendalikan Inflasi
Kebijakan Moneter
a. Kebijakan diskonto
b. Operasi pasar terbuka
c. Kebijakan persediaan kas
Kebijakan Fiskal
a. Pengaturan pengeluaran pemerintah
b. Peningkatan tariff pajak
Kebijakan Lainnya
a. Peningkatan produksi
b. Kebijakan Upah
c. Pengawasan harga
2.Pengangguran. Pengangguran terjadi karena jumlah angkatan kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia
3. Ketimpangan neraca pembayaran. Neraca pembayaran adalah neraca yang memuat ikhtisar dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu Negara dengan penduduk Negara lain selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
b. Masalah ekonomi makro jangka panjang
Masalah ekonomi makro jangka panjang menyangkut persoalan pertumbuhan di bidang ekonomi. Masalah ini pada dasarnya menyangkut bagaimana mengatur perekonomian agar terdapat keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Ketika keserasian ini tercapai, maka pertumbuhan ekonomi sebuah Negara akan mengalami kondisi yang optimal.
C. Perbedaan antara Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro
Apabila di dalam ekonomi mikro menganalisa kegiatan-kegiatan dan permasalahan ekonomi dan unit-unit ekonomi individual, maka ekonomi makro menganalisa keadaan keseluruhan dari kegiatan perekonomian.
D. Contoh Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro di Masyarakat
Contoh ekonomi mikro di masyarakat adalah permintaan dan penawaran, pembentukan harga jumlah ekspor dan impor, biaya produksi dan lain-lain.Sedangkan contoh ekonomi makro di masyarakat adalah tabungan nasional, pendapatan nasional dan lain-lain
E. Kesimpulan
Ekonomi mikro dan Ekonomi makro merupakan salah satu dari ilmu ekonomi teori yang membahas masalah-masalah ekonomi di masyarakat tetapi berbeda sudut pandang. Walaupun demikian keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena apa yang dibahas pada ekonomi makro juga berpengaruh pada ekonomi mikro.
28 Mei 2010
Esay SMAN 1 KOTA BIMA 2010
TEMPAT IDAMAN DI DANA MBOJO
NURUL AINI FEBRIANA
XI IPA 7
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia kaya akan hasil lautannya dan hasil bumi. Gunung-gunung tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, seperti di Provinsi NTB, Kab. Bima, Kec. Wera terdapat sebuah gunung bersejarah yang dinamakan DORO CUMPU.
Gunung ini terletak di Desa Lewi, Kec. Wera. Doro cumpu memiliki tinggi sekitar 1000 meter dari permukaan tanah. atas sana, terdapat berbagai macam pohon yang besar dan rindang yang menghiasi gunung ini. Dan bisa dibilang angker karena di sana terdapat makam para pengawal Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima yang disebut Rato Baho dan Rato Bewi yang dahulu bersembunyi di Doro Cumpu.
Doro Cumpu juga merupakan tempat terakhirnya cerita tentang Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima, dan tempat ini juga merupakan tempat makamnya Rato Bewi atau prajurit dari Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima. Dahulu pada saat Kolonial Berada menjajah Indonesia, kerajaan di Indonesia menjalin persahabatan yang cukup baik, begitupun yang dilakukan oleh Kerajaan Bima dan Kerajan Makasar. Kerajaan Bima dan Kerajaan Makasar bersahabat baik layaknya saudara sendiri, namun Kolonial Belanda tidak menyukai persahabatan tersebut. Kolonial Belanda ingin membunuh mereka, sebelum hal itu terjadi, Raja Bima mengantar Raja Makasar kembali ke kerajaannya. Mereka bersembunyi di Doro Cumpu, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka. Namun kolonial Belanda mengetahui keberadaan mereka, di tempat itu juga, terjadi peperangan yang sengit, sampai akhirnya Belanda dapat membunuh Sultan Abdul Kahir di Doro Cumpu. Dan di tempat itu juga dimakamkan para prajurit yang kalah dalam peperangan, sedangkan jenajah Sultan Abdul Kahir di pulangkan ke kerajaan, agar dimakamkan secara terhormat. Jenajah Sultan Abdul Kahir disambut isak tangis oleh masyarakat Bima dan keluarganya.
Tidak hanya itu, Doro inipun memiliki keunikan tersendiri, gunung ini dikelilingi oleh sawah-sawah penduduk di Desa Bala Kec. Wera. Penduduk Kec. Wera masih berkesimpung dalam dunia pertanian. Sawah dan ladang merupakan tempat yang dapat memberikan harapan untuk menyambung kehidupan dengan keluarga. Dunia persawahan dan perladangan merupakan dunia yang sangat berarti dalam kehidupan masyarakat Wera. Dari hasil sawah dan lading yang mereka punya, masyarakat dapat memberi makan keluarganya, menyekolahkan anak-anak mereka. Dunia pertanian merupakan dunianya masyarakat Wera!!
Di belakang doro Cumpu terdapat sebuah air terjun yang dinamakan “Oi Nca Ntongga”, Air terjun ini dinamakan oi nca ntongga, karena air terjun ini terletak lebih kurang 1 km dari Desa Ntongga. Air terjunnya sangat sejuk, dan dipercaya memiliki khasiat yang besar, seperti dapat mengobati penyakit yang dialami oleh manusia. Di sebelah barat air terjun Oi Nca Tongga terdapat air terjun yang bernama “Oi Nca Ntoke”. Jarak antara kedua air terjun ini sekirat 2 sampai 3 km.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, di atas gunung ini terdapat makam para prajurit Kerajaan Bima dan Kerajaan Makasar, di sebelah selatan makam Rato Lewi terdapat sebuah pohon yang dinamakan Ringi Doro, pohon tersebut dinamakan ringi doro karena pohon tersebut berbuah kapas seperti beringin dan tumbuhnya di gunung, mungkin karena hal tersebutlah maka pohon tersebut dinamakan ringi doro. Sedangkan di sebelah utara dari makam tersebut terdapat pohon mangga yang sangat besar dan rindang. Dan untuk di sebelah barat dan timur hanya kosong, tidak ada apa-apa.
Doro cumpu sangatlah bagus untuk dijadikan sebagai tempat wisata, selain karena alamnya yang mendukung, angin sepoi-sepoi membelai tubuh dengan lembutnya, berbagai macam pohon yang dapat kita saksikan, juga di gunung ini kita dapat mempelajari berbagai sejarah bima yang mungkin belum kita ketahui, seperti perangnya Raja Bima yang dibantu oleh Raja Makasar melawan Kolonial Belanda.
Untuk mencapai doro Cumpu, kita dapat menempuh jalan darat sejauh 3 km. kita dapat menempuh dengan menggunakan kendaraan beroda 2 maupun beroda 4. Sepanjang perjalanan kita dapat menyaksikan keindahan alam yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, indahnya alam tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, hanya rasa syukur yang dapat kita ucapkan, maka sangat berdosalah kita apabila kita hanya dapat merusak alam, sangat berdosalah kita. Alam diciptakan oleh Yang Maha Esa untuk kita pelihara dan kita rawat bukan untuk kita hancurkan
Alam haruslah kita pelihara, karena dari alam kita dapat menyambung hidup, apa yang dihaslkan oleh alam, dapat kita ambil sebagai penyambung hidup, Karena segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan kita, maka dari itu, kita sebagai salah satu makhluk hidup tidak boleh merusak alam maupun segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Alam juga merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah kehidupan. Tanpa alam kita tidak akan bisa hidup. Dari alamlah kita dapat menyambung kehidupan kita, maka sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta. Bersyukurlah kepada Tuhan atas apa yang sudah Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada kita. Bersyukurlah kepadanya, agar kehidupan kita lebih baik.
Hidup di dunia hanya sekali, kita dikasih kesempatan untuk menikmati dunia hanya satu kali kesempatan saja, maka isi kehidupanmu dengan hal-hal yang menyenangkan, tetapi hal-hal tersebut tetap berguna untuk kehidupanmu. Jadi hidup tidaklah berarti apa-apa jika kalian belum mengunjungi salah satu tempat yang bersejarah seperti doro cumpu ini. Mari belajar mencintai alam, dengan cara memeliharanya dan mempelajari apa yang terkandung didalamnya.
NURUL AINI FEBRIANA
XI IPA 7
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia kaya akan hasil lautannya dan hasil bumi. Gunung-gunung tersebar luas di seluruh pelosok nusantara, seperti di Provinsi NTB, Kab. Bima, Kec. Wera terdapat sebuah gunung bersejarah yang dinamakan DORO CUMPU.
Gunung ini terletak di Desa Lewi, Kec. Wera. Doro cumpu memiliki tinggi sekitar 1000 meter dari permukaan tanah. atas sana, terdapat berbagai macam pohon yang besar dan rindang yang menghiasi gunung ini. Dan bisa dibilang angker karena di sana terdapat makam para pengawal Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima yang disebut Rato Baho dan Rato Bewi yang dahulu bersembunyi di Doro Cumpu.
Doro Cumpu juga merupakan tempat terakhirnya cerita tentang Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima, dan tempat ini juga merupakan tempat makamnya Rato Bewi atau prajurit dari Kerajaan Makasar dan Kerajaan Bima. Dahulu pada saat Kolonial Berada menjajah Indonesia, kerajaan di Indonesia menjalin persahabatan yang cukup baik, begitupun yang dilakukan oleh Kerajaan Bima dan Kerajan Makasar. Kerajaan Bima dan Kerajaan Makasar bersahabat baik layaknya saudara sendiri, namun Kolonial Belanda tidak menyukai persahabatan tersebut. Kolonial Belanda ingin membunuh mereka, sebelum hal itu terjadi, Raja Bima mengantar Raja Makasar kembali ke kerajaannya. Mereka bersembunyi di Doro Cumpu, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka. Namun kolonial Belanda mengetahui keberadaan mereka, di tempat itu juga, terjadi peperangan yang sengit, sampai akhirnya Belanda dapat membunuh Sultan Abdul Kahir di Doro Cumpu. Dan di tempat itu juga dimakamkan para prajurit yang kalah dalam peperangan, sedangkan jenajah Sultan Abdul Kahir di pulangkan ke kerajaan, agar dimakamkan secara terhormat. Jenajah Sultan Abdul Kahir disambut isak tangis oleh masyarakat Bima dan keluarganya.
Tidak hanya itu, Doro inipun memiliki keunikan tersendiri, gunung ini dikelilingi oleh sawah-sawah penduduk di Desa Bala Kec. Wera. Penduduk Kec. Wera masih berkesimpung dalam dunia pertanian. Sawah dan ladang merupakan tempat yang dapat memberikan harapan untuk menyambung kehidupan dengan keluarga. Dunia persawahan dan perladangan merupakan dunia yang sangat berarti dalam kehidupan masyarakat Wera. Dari hasil sawah dan lading yang mereka punya, masyarakat dapat memberi makan keluarganya, menyekolahkan anak-anak mereka. Dunia pertanian merupakan dunianya masyarakat Wera!!
Di belakang doro Cumpu terdapat sebuah air terjun yang dinamakan “Oi Nca Ntongga”, Air terjun ini dinamakan oi nca ntongga, karena air terjun ini terletak lebih kurang 1 km dari Desa Ntongga. Air terjunnya sangat sejuk, dan dipercaya memiliki khasiat yang besar, seperti dapat mengobati penyakit yang dialami oleh manusia. Di sebelah barat air terjun Oi Nca Tongga terdapat air terjun yang bernama “Oi Nca Ntoke”. Jarak antara kedua air terjun ini sekirat 2 sampai 3 km.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, di atas gunung ini terdapat makam para prajurit Kerajaan Bima dan Kerajaan Makasar, di sebelah selatan makam Rato Lewi terdapat sebuah pohon yang dinamakan Ringi Doro, pohon tersebut dinamakan ringi doro karena pohon tersebut berbuah kapas seperti beringin dan tumbuhnya di gunung, mungkin karena hal tersebutlah maka pohon tersebut dinamakan ringi doro. Sedangkan di sebelah utara dari makam tersebut terdapat pohon mangga yang sangat besar dan rindang. Dan untuk di sebelah barat dan timur hanya kosong, tidak ada apa-apa.
Doro cumpu sangatlah bagus untuk dijadikan sebagai tempat wisata, selain karena alamnya yang mendukung, angin sepoi-sepoi membelai tubuh dengan lembutnya, berbagai macam pohon yang dapat kita saksikan, juga di gunung ini kita dapat mempelajari berbagai sejarah bima yang mungkin belum kita ketahui, seperti perangnya Raja Bima yang dibantu oleh Raja Makasar melawan Kolonial Belanda.
Untuk mencapai doro Cumpu, kita dapat menempuh jalan darat sejauh 3 km. kita dapat menempuh dengan menggunakan kendaraan beroda 2 maupun beroda 4. Sepanjang perjalanan kita dapat menyaksikan keindahan alam yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, indahnya alam tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, hanya rasa syukur yang dapat kita ucapkan, maka sangat berdosalah kita apabila kita hanya dapat merusak alam, sangat berdosalah kita. Alam diciptakan oleh Yang Maha Esa untuk kita pelihara dan kita rawat bukan untuk kita hancurkan
Alam haruslah kita pelihara, karena dari alam kita dapat menyambung hidup, apa yang dihaslkan oleh alam, dapat kita ambil sebagai penyambung hidup, Karena segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan kita, maka dari itu, kita sebagai salah satu makhluk hidup tidak boleh merusak alam maupun segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Alam juga merupakan salah satu bagian terpenting dalam sebuah kehidupan. Tanpa alam kita tidak akan bisa hidup. Dari alamlah kita dapat menyambung kehidupan kita, maka sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada Tuhan sang pencipta. Bersyukurlah kepada Tuhan atas apa yang sudah Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada kita. Bersyukurlah kepadanya, agar kehidupan kita lebih baik.
Hidup di dunia hanya sekali, kita dikasih kesempatan untuk menikmati dunia hanya satu kali kesempatan saja, maka isi kehidupanmu dengan hal-hal yang menyenangkan, tetapi hal-hal tersebut tetap berguna untuk kehidupanmu. Jadi hidup tidaklah berarti apa-apa jika kalian belum mengunjungi salah satu tempat yang bersejarah seperti doro cumpu ini. Mari belajar mencintai alam, dengan cara memeliharanya dan mempelajari apa yang terkandung didalamnya.
Pantun
Bila aku bersalah
Maafkanlah aku
Namaku Addin Fikry Nurullah
Alamatku Sadia satu
Buah apel buah pir
Hampir mirip bentuknya
Cita – citaku menjadi dokter
Karena bisa menolong sesama
Siang bolong aku kesasar
Kesasar mencari jalan
Hobiku bermain gitar
Dan juga jalan – jalan
Jalan – jalan ke bima
Jangan lupa membeli aki
Lihat anak berkacamata
Hati ingin memiliki
Merantau ke tanah abang
Jangan lupa membawa korek api
Jangan lihat aku dari tampang
Lihat aku dari dalam hati
Maafkanlah aku
Namaku Addin Fikry Nurullah
Alamatku Sadia satu
Buah apel buah pir
Hampir mirip bentuknya
Cita – citaku menjadi dokter
Karena bisa menolong sesama
Siang bolong aku kesasar
Kesasar mencari jalan
Hobiku bermain gitar
Dan juga jalan – jalan
Jalan – jalan ke bima
Jangan lupa membeli aki
Lihat anak berkacamata
Hati ingin memiliki
Merantau ke tanah abang
Jangan lupa membawa korek api
Jangan lihat aku dari tampang
Lihat aku dari dalam hati
KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 1 KOTA BIMA 2010
KARYA ILMIAH
PENGARUH VITSIN DALAM PROSES PENCANGKOKAN TANAMAN MANGGA
DI SUSUN OLEH :
ADDIN FIKRY NURULLAH
FATHURRAHMAN
ONGKY DWI SANTOSA
TRI ABDINULLAH
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
Jln. Soekarno-Hatta No.29 tlp/fax (0374) 43197
TAHUN AJARAN 2009/2010
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipersembahkan kehadirat Ilahi Rabbi dan salawat taslim pada Nabi Muhammad SAW, atas rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah ini berhasil dirampungkan.
Penulis menyadari bahwa secuil karya ilmiah ini sarat dengan kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu penulis mengetuk pintu hati para pembaca agar sudi kiranya menyumbangkan kritik dan saran yang kompetitif demi kesempurnaanya.
Terwujudnya karya ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi semua pihak, oleh karena itu kami tidak lupa menyugukkan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala SMAN 1 Kota Bima
2. Kedua orang tua, tercinta
3. Guru-guru pembina
4. Rekan-rekan seperjuangan
5. Seluruh komponen yang telah memberikan andilnya
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini bermanfaat bagi diri, agama, dan bangsa.
Amin ya rabal alamin !
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
Syukur alhamdulillah atas taburan rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah dengan judul : “Pengaruh Vitsin Dalam Proses Pencangkokan Tanaman Mangga” telah berhasil dirampungkan. Sebelum diikutkan pada berbagai lomba terlebih dahulu disahkan oleh kepala sekolah.
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini ada manfaatnya bagi kita semua. Amin ya rabbal alamiin!
Disahkan : di Kota Bima
Pada : tanggal 8 Maret 2010
Guru Pembina KIR :
Pembina 1, Pembina 2,
Drs. Sarujin AR Drs. Anwar, M.Pd
Nip.19631101199003003 Nip.196512311998021015
Mengetahui :
Kepala Sekolah
Drs.Moh.Jafar H.Abbas
Nip.195208131976021001
DAFTAR TABEL
Tabel 4.3 hal 8 membahas tentang kecepatan pertumbuhan akar
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul…………………………………………………………… i
Lembaran Pengesahan…………………………………………………… ii
Kata Pengantar…………………………………………………………… iii
Daftar Tabel……………………………………………………………… iv
Daftar Isi…………………………………………………………………. v
Absraksi………………………………………………………………….. vii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………... 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………… 1
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………. 1
1.4 Manfaat Penelitian…………………………………………………... 1
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Perkembang biakan Vegetatif……………………………………….. 3
2.2 Cangkok……………………………………………………………... 3
2.3 Vitsin………………………………………………………………… 4
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian………………………………………. 6
3.2 Alat dan Bahan…………………………………………………........ 6
3.3 Prosedur Penelitian…………………………………………………. 6
BAB IV. DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Perbandingan Jumlah Vitsin dan Pupuk terhadap air………………. 7
4.2 Zat-zat yang dibutuhkan tanaman…………………………………... 7
4.3 Kecepatan pertumbuhan akar………………………………………. 8
4.4 Jenis Vitsin yang baik bagi proses pencangkokan………………….. 11
4.5 Pengujian Media Pembungkus…………………………………….... 11
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………. 12
5.2 Saran………………………………………………………………... 12
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENELITI
PENGARUH VITSIN DALAM PROSES PENCANGKOKAN
TANAMAN MANGGA
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimanakah pengaruh Vitsin dalam proses pencangkokan tanaman Mangga?
2. Vitsin jenis apakah yang dapat berdampak besar bagi tanaman cangkok?
3. Manakah yang lebih efektif antara vitsin dengan pupuk perangsang akar (Atonik) dalam proses pencangkokkan ?
C. TUJUAN
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mendeskripsikan pengaruh vitsin dalam proses pencangkokan tanaman Mangga
2. Mendeskripsikan jenis vitsin yang berdampak besar bagi tanaman cangkok.
3. Mendeskripsikan keefektifan vitsin dengan pupuk perangsang akar (Atonik) dalam proses pencangkokkan.
D. MANFAAT
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Petani, Penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif yang murah dan praktis untuk menambah jumlah tumbuhan produksi.
2. Bagi pengembangan teknologi pertanian, penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menciptakan pupuk tanaman yang efektif dan efisien.
3. Bagi masyarakat umum, penelitian ini dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan tanaman hasil cangkokan yang baik, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk mendapatkannya.
4. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF
2.1.1 Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan yang terjadi tanpa melalui perkawinan. Perkembangbiakan Vegetatif ada 2 macam :
a. Vegetatif Alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya (tanpa bantuan manusia)
b. Vegetatif buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan bantuan manusia, beberapa macam perkembangbiakan secara vegetatif buatan antara lain :
1. Cangkok
2. Merunduk
3. Tunas
4. Okulasi
5. Mengenten
2.2 CANGKOK
2.2.1 Pengertian Cangkok
Ada beberapa pengertian cangkok yang peneliti temukan dari berbagai literature, antara lain :
a. Cangkok adalah menguliti hingga bersih dan menghilangkan cambium pada cabang atau ranting sepanjang 5 – 10 cm. (file://cangkok.html)
b. Cangkok adalah perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan (dengan bantuan manusia) dengan cara mengupas kulit batan, kemudian bagian dilapisi dengan tanah subur dan dibungkus dengan pelastik, sabut kelapa, atau ijuk (SAINS Untuk Sekolah Dasar Kelas VI, Penulis : Haryanto, Penerbit : Erlangga)
c. Cangkok adalah perbanyakan tanaman secara vegetatif yang paling banyak dipraktekan oleh pembibit tanaman tahunan, khususnya buah – buahan.
2.2.2 Macam – Macam Cangkok
Cangkok ada 2 macam, yakni :
a. Mencangkok dengan menyayat dan mengupas kulit sekeliling dahan
Caranya : Kulit dahan dikerat sekeliling atas – bawah dengan jarak 2 – 7 cm tergantung dari besar kecilnya dahan yang akan dicangkok. Kulit diantyara keratan dihilangakan, kambium yang terdapat pada xylem dihilangkan dengan jalan mengorek hingga bersih. Tujuan penghilangan kambium ialah agar selama pencangkokkan tidak terbentuk kulit yang baru yang dapat menyebabkan pencangkokkan tidak jadi.
b. Mencangkok dengan membelah cabang
Caranya : Cabang yang akan dicangkok dibelah dari atas ke bawah sepanjang 10 – 15 cm, cabang yang telah dibelah kemudian diberi media, dan dibungkus dengan plastic, sabut kelapa dan ijuk.
2.3 VITSIN
2.3.1 Pengertian Vitsin
Vitsin adalah suatu penyedap rasa yang mengandung Mononatrium Glutamat / Monosodium Glutamat (MSG) yang berfungsi menimbulkan rasa gurih atau “umami”.
2.3.2 Sejarah Vitsin
Manfaat asam amino atau glutamat baru diketahui sebagai penyedap rasa pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang “Dr. Kikunae Ikeda”. Pada awalnya glutamate ini berasal dari rumput laut (komou). Monosodium Dr. Kikunao Ikeda mensenyawakan glutamate dengan sodium menjadi Monosodium Glutamat (MSG), namun hal ini tidak menarik secara komersial karena sifat fisik dan kimianya.
2.3.3 Zat Yang Terkandung Dalam Vitsin
Vitsin (MSG) sekarang umumnya diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang kaya glukosa seperti tetes tebu, singkong, jagung, gandum, sagu dan beras. Glutamat yang terdapat pada vitsin merupakan salah satu dari 20 asam amino penyusun protein, sebagai asam amino, glutamate termasuk dalam kelompok non-esensial, yang artinya tubuh mahluk hidup mampu memproduksinya sendiri. Glutamat ada di setiap mahluk hidup baik dalam bentuk terikat maupun bebas. Selain zat – zat yang terkandung juga natrium dan air.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan porsentase zat-zat yang terkandung dalam vitsin berikut:
- Glutamat terdiri 78%
- Natrium 12%
- Air%
2.3.4 Cara Pembuatan Vitsin
Pada tahun 1960-an Vitsin dibuat dengan proses ekstraksi gluten, namun cara pembuatan ini tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat dari pasar Jepang dan Dunia, untuk mengatasi hal tersebut, sejak saat itu hingga sekarang digunakan metode/cara fermentasi untuk membuat Vitsin.
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Experimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat vitsin / micin dalam proses pencangkokkan tanaman. Dengan perbandingan banyaknya vitsin dengan air putih 1.1 (1 sendok vitsin berbanding 1 liter air)
3.1. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Diperkarangan rumah peneliti (Januari 2010 – Februari 2010)
3.2. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Pisau, sendok makan, gelas ukur, plastic / lembaran pelastik (pembungkus), (tali raffia),lidi , pengukur (meteran atau garis)
2. Bahan
Citsin( micra) miwon, vitcin (micra) ajinomoto, perangsang akar tanaman cangkok (Atonik), tanah.
3.3. PROSEDUR PENELITIAN
1. Persiapan kerja
Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
2. Pemilihan batang yang akan dicangkok
Batang yang lurus, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dipilih untuk kegiatan pencangkokkan ini.
3. Pengupasan kulit batang pohon mangga
Akulit pada bagian batang pohon mangga dulupas samapi bersih untuk menghilangkan cambium,panjang bagian yang dikupas sekitar 4-7 Cm
BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 PERBANDINGAN BANYAKNYA VITSIN,PUPUK PERANGSANG AKAR (ATONIK) TERHADAP AIR
Dalam proses penelitian ini, peneliti membandingkan jumlah vitsin maupun pupuk terhadap air dalam perbandingan itu, peneliti menggunakan gelas ukur. Hasil selengkapnya dapat dilihat data di bawah ini
1. Mangga yang dicangkok dengan vitsin Miwon
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok vitsin Miwon)
2. Mangga yang dicangkok dengan vitsin ajinomoto
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok vitsin Ajonomoto )
3. Mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok Pupuk perangsang akar )
4. Mangga yang dicangkok biasa
Hanya disiram dengan air 1 Liter tanpa campuran
Berdasarkan data di atas, dapat peneliti jelaskan bahwa pada setiap zat yang dicampurkan dengan air diatas selalu sama, artinya peneliti ingin mengetahui reaksi zat – zat tersebut pada tanaman cangkok dengan kadar yang sama, sehingga tidak menimbulkan presepsi orang akan efektifetas zat - zat tersebut dari segi kuantitas bukan kualitas.
4.2 ZAT – ZAT YANG DIBUTUHKAN TANAMAN
Berikut skema dan data zat – zat yang dibutuhkan tanaman mangga khususnya dan seluruh tanaman umumnya yang telah peneliti himpun dan hubungannya dengan kandungan yang terdapat dalam vitsin jenis miwon dan Ajinomoto :
1. CO2 + unsur hara (mineral, air) C6 H12 O6 + O2
Ket : * C6H1206 : Glukosa
* O2 : Oksigen
Skema diatas menunjukkan bahwa air dan glukosa (diubah menjadi asam amino) sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman, baik pertumbuhan akar, batang maupun daun, hal itu sangat relevan dengan temuan penulis bahwa dalam vetsin mengandung glukosa, asam amino dan air sehingga apabila vitsin diberikan kepada tanaman maka zat – zat itu bisa dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri
2. Kandungan Natrium (Na) dalam vetsin yang berjumlah sekitar 12 % akan membantu mempercepat pertumbuhan akar, hal ini didasarkan pada temuan peneliti pada pupuk kerangsang akar (atonik) yang mengandung Natrium, sehingga dapat peneliti ketahuan bahwa Natrium bagi tumbuhan berfungsi mempercepat tumbuhnya akar.
4.3 KECEPATAN PERTUMBUHAN AKAR
Kecepatan pertumbuhan akar diukur mulai dari proses pembungkusan dahan yang dcangkok yakni minggu pertama sampai dengan minggu ke lima.
Kecepatan Pertumbuhan Akar
Nama Mangga Panjang Akar / Minggu Keadaan Daun
1 2 3 4 5
Mangga A
Mangga B
Mangga C
Mangga D -
-
-
- -
-
-
0.5 cm -
0,5 cm
1 cm
1,5 cm -
2 cm
2,4 cm
2,8 cm 0,3 cm
3,2cm
3,6 cm
4 cm 1
1
1
1
Tabel 4.3
KETERANGAN KOLOM
Kolom nama mangga :
• Mangga A adalah mangga yang dicangkok biasa (tanpa menggunakan zat perangsang akar)
• Mangga B adalah mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon
• Mangga C adalah mangga yang dicangkok dengan vetsin Ajinomoto
• Mangga D adalah mangga yang dicangkok dengan perangsang akar (atonik)
Kolom Panjang Akar / Minggu :
Kolom ini menyatakan panjang akar yang tumbuh dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 5
Kolom Keadaan Daun :
Kolom ini menyatakan keadaan daun pada minggu terakhir yakni pada minggu
ke 5
Penjelasan angka :
Nomor 1 untuk baik
Nomor 2 untuk kurang baik
Nomor 3 untuk jelek
Dari data pada tabel 4.2 dapat diinterprotasikan bahwa secara umum mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar (atonik) dapat mengakibatkan proses pertumbuhan akar lebih cepat dibandingkan dengan mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon, Ajonomoto dan mangga yang dicankok biasa. Namun,perbedaan panjang akar antara mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar (atonik) dan mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon serta vetsin ajinomoto tidak terlalu terpaut jauh, sebaliknya dengan mangga yang dicangkok biasa memiliki perbedaan pertumbuhan akar yang cukup mencolok.
Dilihat dari fakta diatas, maka dengan berbagai pertimbangan, penulis cenderung memilih vetsin untuk dijadikan pupuk terutama vitsin Ajinomoto daripada menggunakan pupuk kimia seperti atonik
Hal ini didasarkan pada pertimbangan dibawah ini :
1. Harga vatsin jauh lebih murah dibandingkan harga pupuk kimia seperti atonik,
2. Vitsin tidak beracun dan tidak merusak ekosistem sekitar, sedangkan pupuk kimia (atonik) bersifat beracun (korosif) dan sedikit tidaknya akan berdampak negatif bagi lingkungan
3. Perbedaan pertumbuhan akar yang tidak terlalu terpaut jauh sehingga tidak akan berpengaruh besar dalam kecepatan pertumbuhan tanaman Mangga setelah ditanam.
4.4 JENIS VITSIN YANG BAIK BAGI PROSES PENCANGKOKKAN
Pada tabel 4.2. menunjukkan bahwa vetsin Ajonomoto lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan karena batang yang dicangkok dengan vetsin jenis ini, pertumbuhan akarnya lebih cepat. Sebaliknya, batang yang dicangkok dengan vetsin jenis miwon, pertumbuhan akarnya sedikit lebih lambat. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kandungan glutamat, Natrium dan air dalam vetsin jenis Ajinomoto lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan Glutamat, natrium dan air dalam vetsin jenis miwon.
4.5 PENGUJIAN MEDIA PEMBUNGKUS
Dalam Proses pencangkokan ini peneliti menggunakan media plastik sebagai pembungkus batang, hal ini didasarkan setelah peneliti menguji antara plastik dengan sabut kelapa, dalam pengujian itu peneliti memasukkan / menyiram air pada keduanya dan ternyata air akan cepat meresap pada sabut kelapa. Menyaksikan hal itu, maka peneliti berpendapat bahwa yang lebih baik menjadi media pembungkus batang adalah plastik, karena dapat menyimpan cadangan air serta dapat mengurangi penguapan, sehingga kebutuhan terhadap air oleh tanaman mangga pada saat proses pencangkokan akan terpenuhi dengan baik
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KESIMPULAN
1. Pengaruh vetsin dalam proses pencangkokan tanaman mangga adalah untuk mempercepat pertumbuhan akar tanaman, karena, vetsin mengandung zat – zat yang dibutuhkan oleh tanaman mangga untuk merangsang pertumbuhan akar, zat – zat itu yakni glutamat (glukosa, asam amino), Natrium dan air
2. Vitsin yang berdampak besar dalam proses pencangkokan tanaman mangga adalah vetsin jenis Ajinomoto, karena dalam vetsin Ajinomoto mengandung Glutamat (glukosa, asam amino) Natrium dan air yang lebih tinggi dibandingkan vitsin jenis miwon.
3. Pupuk perangsang lebih efektif daripada kedua jenis vitsin tersebut,hal itu dikarenakan pupuk perangsang akar (atonik) mengandung zat-zat yang relatif lebih komplek dibandingkan dengan kedua jenis vitsin tersebut.
5.2. SARAN
1. Diharapkan kepada para pembaca agar karya ilmiah ini bisa dijadikan sumber referensi untuk menambah pengetahuan tentang cara mencangkok.
2. Kepada masyarakat umum karya ilmiah ini dapat dijadikan solusi dalam melakukan perkembangbiakan tanaman mangga yang mudah, murah dan ramah lingkungan.
3. Karena keterbatasan alat dan pengetahuan yang kami miliki maka kami menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut guna menentukan dosis vetsin yang tepat bila dijadikan pupuk
DAFTAR PUSTAKA
Heddy, Ir. Sowasno, Ms.1994. Pengantar Produksi Tanaman dan Penanganan Pasca Panen Jakarta : PT. Raja Grafindo Parsada
Irian Ningsih, Murni
Ir. Hadi Iswanto. 2005. Membuat Mangga Tiga Rasa. Jakarta : Agro Media Pustaka
Haryanto.2005.Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta : Erlangga
Harmi, Sri.2005 Jendela Sains Lingkungan dan Alam Sekitar untuk Kelas V. jakarta : Tiga Serangkai
http://tentang – cangkok.php.htm
http://: monatrium-glutamat.htm
http://cangkok.htm
http://Santrainfromasi IPTEK..htm
BIODATA PENELITI
NAMA : ADDIN FIKRY NURULLAH
KELAS : XI IPA 5
NIS : 14867
TEMPAT TANGGAL LAHIR : HIDIRASA, 1 AGUSTUS 1993
ALAMAT : LEWIRATO
E-MAIL : addinfikry@yahoo.co.id
HOBI : MEMBACA, JALAN - JALAN, NONTON
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : FATHURRAHMAN
NIS : 15253
KELAS : XI IPA 5
TEMPAT TANGGAL LAHIR : BIMA, 15 MEI 1993
ALAMAT : SALEKO
E-MAIL : fathur_gfc@yahoo.com
HOBI : SEPAK BOLA
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : ONGKY DWI SANTOSA
NIS : 15150
KELAS : XI IPA 5
TEMPAT TANGGAL LAHIR : SUKOHARJO, 22 OKTOBER 1992
ALAMAT : PELITA JATIWANGI
E-MAIL : ongky.gokil@yahoo.co.id
HOBI : BASKET
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : TRI ABDINULLAH
KELAS : XI IPA 5
NIS : 1552
TEMPAT TANGGAL LAHIR : LEWIRATO, 24 MEI 1993
ALAMAT : LEWIRATO
E-MAIL : abitmalingi@yahoo.co.id
HOBI : BERMAIN GITAR
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
PENGARUH VITSIN DALAM PROSES PENCANGKOKAN TANAMAN MANGGA
DI SUSUN OLEH :
ADDIN FIKRY NURULLAH
FATHURRAHMAN
ONGKY DWI SANTOSA
TRI ABDINULLAH
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
Jln. Soekarno-Hatta No.29 tlp/fax (0374) 43197
TAHUN AJARAN 2009/2010
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipersembahkan kehadirat Ilahi Rabbi dan salawat taslim pada Nabi Muhammad SAW, atas rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah ini berhasil dirampungkan.
Penulis menyadari bahwa secuil karya ilmiah ini sarat dengan kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu penulis mengetuk pintu hati para pembaca agar sudi kiranya menyumbangkan kritik dan saran yang kompetitif demi kesempurnaanya.
Terwujudnya karya ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi semua pihak, oleh karena itu kami tidak lupa menyugukkan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala SMAN 1 Kota Bima
2. Kedua orang tua, tercinta
3. Guru-guru pembina
4. Rekan-rekan seperjuangan
5. Seluruh komponen yang telah memberikan andilnya
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini bermanfaat bagi diri, agama, dan bangsa.
Amin ya rabal alamin !
Penulis
LEMBAR PENGESAHAN
Syukur alhamdulillah atas taburan rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah dengan judul : “Pengaruh Vitsin Dalam Proses Pencangkokan Tanaman Mangga” telah berhasil dirampungkan. Sebelum diikutkan pada berbagai lomba terlebih dahulu disahkan oleh kepala sekolah.
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini ada manfaatnya bagi kita semua. Amin ya rabbal alamiin!
Disahkan : di Kota Bima
Pada : tanggal 8 Maret 2010
Guru Pembina KIR :
Pembina 1, Pembina 2,
Drs. Sarujin AR Drs. Anwar, M.Pd
Nip.19631101199003003 Nip.196512311998021015
Mengetahui :
Kepala Sekolah
Drs.Moh.Jafar H.Abbas
Nip.195208131976021001
DAFTAR TABEL
Tabel 4.3 hal 8 membahas tentang kecepatan pertumbuhan akar
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul…………………………………………………………… i
Lembaran Pengesahan…………………………………………………… ii
Kata Pengantar…………………………………………………………… iii
Daftar Tabel……………………………………………………………… iv
Daftar Isi…………………………………………………………………. v
Absraksi………………………………………………………………….. vii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………... 1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………… 1
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………. 1
1.4 Manfaat Penelitian…………………………………………………... 1
BAB II. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Perkembang biakan Vegetatif……………………………………….. 3
2.2 Cangkok……………………………………………………………... 3
2.3 Vitsin………………………………………………………………… 4
BAB III. METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian………………………………………. 6
3.2 Alat dan Bahan…………………………………………………........ 6
3.3 Prosedur Penelitian…………………………………………………. 6
BAB IV. DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Perbandingan Jumlah Vitsin dan Pupuk terhadap air………………. 7
4.2 Zat-zat yang dibutuhkan tanaman…………………………………... 7
4.3 Kecepatan pertumbuhan akar………………………………………. 8
4.4 Jenis Vitsin yang baik bagi proses pencangkokan………………….. 11
4.5 Pengujian Media Pembungkus…………………………………….... 11
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………. 12
5.2 Saran………………………………………………………………... 12
DAFTAR PUSTAKA
BIODATA PENELITI
PENGARUH VITSIN DALAM PROSES PENCANGKOKAN
TANAMAN MANGGA
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimanakah pengaruh Vitsin dalam proses pencangkokan tanaman Mangga?
2. Vitsin jenis apakah yang dapat berdampak besar bagi tanaman cangkok?
3. Manakah yang lebih efektif antara vitsin dengan pupuk perangsang akar (Atonik) dalam proses pencangkokkan ?
C. TUJUAN
Sesuai dengan permasalahan di atas, tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mendeskripsikan pengaruh vitsin dalam proses pencangkokan tanaman Mangga
2. Mendeskripsikan jenis vitsin yang berdampak besar bagi tanaman cangkok.
3. Mendeskripsikan keefektifan vitsin dengan pupuk perangsang akar (Atonik) dalam proses pencangkokkan.
D. MANFAAT
Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Petani, Penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif yang murah dan praktis untuk menambah jumlah tumbuhan produksi.
2. Bagi pengembangan teknologi pertanian, penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menciptakan pupuk tanaman yang efektif dan efisien.
3. Bagi masyarakat umum, penelitian ini dapat dijadikan solusi untuk mendapatkan tanaman hasil cangkokan yang baik, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk mendapatkannya.
4. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan kajian awal untuk melakukan penelitian lanjutan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF
2.1.1 Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan yang terjadi tanpa melalui perkawinan. Perkembangbiakan Vegetatif ada 2 macam :
a. Vegetatif Alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya (tanpa bantuan manusia)
b. Vegetatif buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan bantuan manusia, beberapa macam perkembangbiakan secara vegetatif buatan antara lain :
1. Cangkok
2. Merunduk
3. Tunas
4. Okulasi
5. Mengenten
2.2 CANGKOK
2.2.1 Pengertian Cangkok
Ada beberapa pengertian cangkok yang peneliti temukan dari berbagai literature, antara lain :
a. Cangkok adalah menguliti hingga bersih dan menghilangkan cambium pada cabang atau ranting sepanjang 5 – 10 cm. (file://cangkok.html)
b. Cangkok adalah perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan (dengan bantuan manusia) dengan cara mengupas kulit batan, kemudian bagian dilapisi dengan tanah subur dan dibungkus dengan pelastik, sabut kelapa, atau ijuk (SAINS Untuk Sekolah Dasar Kelas VI, Penulis : Haryanto, Penerbit : Erlangga)
c. Cangkok adalah perbanyakan tanaman secara vegetatif yang paling banyak dipraktekan oleh pembibit tanaman tahunan, khususnya buah – buahan.
2.2.2 Macam – Macam Cangkok
Cangkok ada 2 macam, yakni :
a. Mencangkok dengan menyayat dan mengupas kulit sekeliling dahan
Caranya : Kulit dahan dikerat sekeliling atas – bawah dengan jarak 2 – 7 cm tergantung dari besar kecilnya dahan yang akan dicangkok. Kulit diantyara keratan dihilangakan, kambium yang terdapat pada xylem dihilangkan dengan jalan mengorek hingga bersih. Tujuan penghilangan kambium ialah agar selama pencangkokkan tidak terbentuk kulit yang baru yang dapat menyebabkan pencangkokkan tidak jadi.
b. Mencangkok dengan membelah cabang
Caranya : Cabang yang akan dicangkok dibelah dari atas ke bawah sepanjang 10 – 15 cm, cabang yang telah dibelah kemudian diberi media, dan dibungkus dengan plastic, sabut kelapa dan ijuk.
2.3 VITSIN
2.3.1 Pengertian Vitsin
Vitsin adalah suatu penyedap rasa yang mengandung Mononatrium Glutamat / Monosodium Glutamat (MSG) yang berfungsi menimbulkan rasa gurih atau “umami”.
2.3.2 Sejarah Vitsin
Manfaat asam amino atau glutamat baru diketahui sebagai penyedap rasa pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang “Dr. Kikunae Ikeda”. Pada awalnya glutamate ini berasal dari rumput laut (komou). Monosodium Dr. Kikunao Ikeda mensenyawakan glutamate dengan sodium menjadi Monosodium Glutamat (MSG), namun hal ini tidak menarik secara komersial karena sifat fisik dan kimianya.
2.3.3 Zat Yang Terkandung Dalam Vitsin
Vitsin (MSG) sekarang umumnya diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang kaya glukosa seperti tetes tebu, singkong, jagung, gandum, sagu dan beras. Glutamat yang terdapat pada vitsin merupakan salah satu dari 20 asam amino penyusun protein, sebagai asam amino, glutamate termasuk dalam kelompok non-esensial, yang artinya tubuh mahluk hidup mampu memproduksinya sendiri. Glutamat ada di setiap mahluk hidup baik dalam bentuk terikat maupun bebas. Selain zat – zat yang terkandung juga natrium dan air.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan porsentase zat-zat yang terkandung dalam vitsin berikut:
- Glutamat terdiri 78%
- Natrium 12%
- Air%
2.3.4 Cara Pembuatan Vitsin
Pada tahun 1960-an Vitsin dibuat dengan proses ekstraksi gluten, namun cara pembuatan ini tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat dari pasar Jepang dan Dunia, untuk mengatasi hal tersebut, sejak saat itu hingga sekarang digunakan metode/cara fermentasi untuk membuat Vitsin.
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Experimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat vitsin / micin dalam proses pencangkokkan tanaman. Dengan perbandingan banyaknya vitsin dengan air putih 1.1 (1 sendok vitsin berbanding 1 liter air)
3.1. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Diperkarangan rumah peneliti (Januari 2010 – Februari 2010)
3.2. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
Pisau, sendok makan, gelas ukur, plastic / lembaran pelastik (pembungkus), (tali raffia),lidi , pengukur (meteran atau garis)
2. Bahan
Citsin( micra) miwon, vitcin (micra) ajinomoto, perangsang akar tanaman cangkok (Atonik), tanah.
3.3. PROSEDUR PENELITIAN
1. Persiapan kerja
Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
2. Pemilihan batang yang akan dicangkok
Batang yang lurus, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dipilih untuk kegiatan pencangkokkan ini.
3. Pengupasan kulit batang pohon mangga
Akulit pada bagian batang pohon mangga dulupas samapi bersih untuk menghilangkan cambium,panjang bagian yang dikupas sekitar 4-7 Cm
BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 PERBANDINGAN BANYAKNYA VITSIN,PUPUK PERANGSANG AKAR (ATONIK) TERHADAP AIR
Dalam proses penelitian ini, peneliti membandingkan jumlah vitsin maupun pupuk terhadap air dalam perbandingan itu, peneliti menggunakan gelas ukur. Hasil selengkapnya dapat dilihat data di bawah ini
1. Mangga yang dicangkok dengan vitsin Miwon
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok vitsin Miwon)
2. Mangga yang dicangkok dengan vitsin ajinomoto
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok vitsin Ajonomoto )
3. Mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar
Perbandingannya 1:1 ( 1 Liter air dicampur dengan 1 sendok Pupuk perangsang akar )
4. Mangga yang dicangkok biasa
Hanya disiram dengan air 1 Liter tanpa campuran
Berdasarkan data di atas, dapat peneliti jelaskan bahwa pada setiap zat yang dicampurkan dengan air diatas selalu sama, artinya peneliti ingin mengetahui reaksi zat – zat tersebut pada tanaman cangkok dengan kadar yang sama, sehingga tidak menimbulkan presepsi orang akan efektifetas zat - zat tersebut dari segi kuantitas bukan kualitas.
4.2 ZAT – ZAT YANG DIBUTUHKAN TANAMAN
Berikut skema dan data zat – zat yang dibutuhkan tanaman mangga khususnya dan seluruh tanaman umumnya yang telah peneliti himpun dan hubungannya dengan kandungan yang terdapat dalam vitsin jenis miwon dan Ajinomoto :
1. CO2 + unsur hara (mineral, air) C6 H12 O6 + O2
Ket : * C6H1206 : Glukosa
* O2 : Oksigen
Skema diatas menunjukkan bahwa air dan glukosa (diubah menjadi asam amino) sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan tanaman, baik pertumbuhan akar, batang maupun daun, hal itu sangat relevan dengan temuan penulis bahwa dalam vetsin mengandung glukosa, asam amino dan air sehingga apabila vitsin diberikan kepada tanaman maka zat – zat itu bisa dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri
2. Kandungan Natrium (Na) dalam vetsin yang berjumlah sekitar 12 % akan membantu mempercepat pertumbuhan akar, hal ini didasarkan pada temuan peneliti pada pupuk kerangsang akar (atonik) yang mengandung Natrium, sehingga dapat peneliti ketahuan bahwa Natrium bagi tumbuhan berfungsi mempercepat tumbuhnya akar.
4.3 KECEPATAN PERTUMBUHAN AKAR
Kecepatan pertumbuhan akar diukur mulai dari proses pembungkusan dahan yang dcangkok yakni minggu pertama sampai dengan minggu ke lima.
Kecepatan Pertumbuhan Akar
Nama Mangga Panjang Akar / Minggu Keadaan Daun
1 2 3 4 5
Mangga A
Mangga B
Mangga C
Mangga D -
-
-
- -
-
-
0.5 cm -
0,5 cm
1 cm
1,5 cm -
2 cm
2,4 cm
2,8 cm 0,3 cm
3,2cm
3,6 cm
4 cm 1
1
1
1
Tabel 4.3
KETERANGAN KOLOM
Kolom nama mangga :
• Mangga A adalah mangga yang dicangkok biasa (tanpa menggunakan zat perangsang akar)
• Mangga B adalah mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon
• Mangga C adalah mangga yang dicangkok dengan vetsin Ajinomoto
• Mangga D adalah mangga yang dicangkok dengan perangsang akar (atonik)
Kolom Panjang Akar / Minggu :
Kolom ini menyatakan panjang akar yang tumbuh dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 5
Kolom Keadaan Daun :
Kolom ini menyatakan keadaan daun pada minggu terakhir yakni pada minggu
ke 5
Penjelasan angka :
Nomor 1 untuk baik
Nomor 2 untuk kurang baik
Nomor 3 untuk jelek
Dari data pada tabel 4.2 dapat diinterprotasikan bahwa secara umum mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar (atonik) dapat mengakibatkan proses pertumbuhan akar lebih cepat dibandingkan dengan mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon, Ajonomoto dan mangga yang dicankok biasa. Namun,perbedaan panjang akar antara mangga yang dicangkok dengan pupuk perangsang akar (atonik) dan mangga yang dicangkok dengan vetsin miwon serta vetsin ajinomoto tidak terlalu terpaut jauh, sebaliknya dengan mangga yang dicangkok biasa memiliki perbedaan pertumbuhan akar yang cukup mencolok.
Dilihat dari fakta diatas, maka dengan berbagai pertimbangan, penulis cenderung memilih vetsin untuk dijadikan pupuk terutama vitsin Ajinomoto daripada menggunakan pupuk kimia seperti atonik
Hal ini didasarkan pada pertimbangan dibawah ini :
1. Harga vatsin jauh lebih murah dibandingkan harga pupuk kimia seperti atonik,
2. Vitsin tidak beracun dan tidak merusak ekosistem sekitar, sedangkan pupuk kimia (atonik) bersifat beracun (korosif) dan sedikit tidaknya akan berdampak negatif bagi lingkungan
3. Perbedaan pertumbuhan akar yang tidak terlalu terpaut jauh sehingga tidak akan berpengaruh besar dalam kecepatan pertumbuhan tanaman Mangga setelah ditanam.
4.4 JENIS VITSIN YANG BAIK BAGI PROSES PENCANGKOKKAN
Pada tabel 4.2. menunjukkan bahwa vetsin Ajonomoto lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan karena batang yang dicangkok dengan vetsin jenis ini, pertumbuhan akarnya lebih cepat. Sebaliknya, batang yang dicangkok dengan vetsin jenis miwon, pertumbuhan akarnya sedikit lebih lambat. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kandungan glutamat, Natrium dan air dalam vetsin jenis Ajinomoto lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan Glutamat, natrium dan air dalam vetsin jenis miwon.
4.5 PENGUJIAN MEDIA PEMBUNGKUS
Dalam Proses pencangkokan ini peneliti menggunakan media plastik sebagai pembungkus batang, hal ini didasarkan setelah peneliti menguji antara plastik dengan sabut kelapa, dalam pengujian itu peneliti memasukkan / menyiram air pada keduanya dan ternyata air akan cepat meresap pada sabut kelapa. Menyaksikan hal itu, maka peneliti berpendapat bahwa yang lebih baik menjadi media pembungkus batang adalah plastik, karena dapat menyimpan cadangan air serta dapat mengurangi penguapan, sehingga kebutuhan terhadap air oleh tanaman mangga pada saat proses pencangkokan akan terpenuhi dengan baik
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. KESIMPULAN
1. Pengaruh vetsin dalam proses pencangkokan tanaman mangga adalah untuk mempercepat pertumbuhan akar tanaman, karena, vetsin mengandung zat – zat yang dibutuhkan oleh tanaman mangga untuk merangsang pertumbuhan akar, zat – zat itu yakni glutamat (glukosa, asam amino), Natrium dan air
2. Vitsin yang berdampak besar dalam proses pencangkokan tanaman mangga adalah vetsin jenis Ajinomoto, karena dalam vetsin Ajinomoto mengandung Glutamat (glukosa, asam amino) Natrium dan air yang lebih tinggi dibandingkan vitsin jenis miwon.
3. Pupuk perangsang lebih efektif daripada kedua jenis vitsin tersebut,hal itu dikarenakan pupuk perangsang akar (atonik) mengandung zat-zat yang relatif lebih komplek dibandingkan dengan kedua jenis vitsin tersebut.
5.2. SARAN
1. Diharapkan kepada para pembaca agar karya ilmiah ini bisa dijadikan sumber referensi untuk menambah pengetahuan tentang cara mencangkok.
2. Kepada masyarakat umum karya ilmiah ini dapat dijadikan solusi dalam melakukan perkembangbiakan tanaman mangga yang mudah, murah dan ramah lingkungan.
3. Karena keterbatasan alat dan pengetahuan yang kami miliki maka kami menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut guna menentukan dosis vetsin yang tepat bila dijadikan pupuk
DAFTAR PUSTAKA
Heddy, Ir. Sowasno, Ms.1994. Pengantar Produksi Tanaman dan Penanganan Pasca Panen Jakarta : PT. Raja Grafindo Parsada
Irian Ningsih, Murni
Ir. Hadi Iswanto. 2005. Membuat Mangga Tiga Rasa. Jakarta : Agro Media Pustaka
Haryanto.2005.Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas VI. Jakarta : Erlangga
Harmi, Sri.2005 Jendela Sains Lingkungan dan Alam Sekitar untuk Kelas V. jakarta : Tiga Serangkai
http://tentang – cangkok.php.htm
http://: monatrium-glutamat.htm
http://cangkok.htm
http://Santrainfromasi IPTEK..htm
BIODATA PENELITI
NAMA : ADDIN FIKRY NURULLAH
KELAS : XI IPA 5
NIS : 14867
TEMPAT TANGGAL LAHIR : HIDIRASA, 1 AGUSTUS 1993
ALAMAT : LEWIRATO
E-MAIL : addinfikry@yahoo.co.id
HOBI : MEMBACA, JALAN - JALAN, NONTON
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : FATHURRAHMAN
NIS : 15253
KELAS : XI IPA 5
TEMPAT TANGGAL LAHIR : BIMA, 15 MEI 1993
ALAMAT : SALEKO
E-MAIL : fathur_gfc@yahoo.com
HOBI : SEPAK BOLA
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : ONGKY DWI SANTOSA
NIS : 15150
KELAS : XI IPA 5
TEMPAT TANGGAL LAHIR : SUKOHARJO, 22 OKTOBER 1992
ALAMAT : PELITA JATIWANGI
E-MAIL : ongky.gokil@yahoo.co.id
HOBI : BASKET
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
NAMA : TRI ABDINULLAH
KELAS : XI IPA 5
NIS : 1552
TEMPAT TANGGAL LAHIR : LEWIRATO, 24 MEI 1993
ALAMAT : LEWIRATO
E-MAIL : abitmalingi@yahoo.co.id
HOBI : BERMAIN GITAR
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 KOTA BIMA
KARYA ILMIAH REMAJA SMAN 1 KOTA BIMA 2010
BAB III 6
PROSEDUR PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Dalam penelitian daun jambu biji dan temu giring menggunakan uji coba pucuk dan daun jambu biji dan umbi temu giring terlebih dahulu, setelah itu baru di dapat hasil yang cocok untuk dijadikan sebagai obat jerawat.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Bertempat di rumah Jumratul Fatihah jalan Jendral Sudirman kel. Rabangodu selatan kota BIMA, Tanggal 10 Januari – 17 Januari 2010.
3.3 Instrumen penelitian
Alat :
• Kompor
• Panci
• Gelas
• Sendok
• Saringan
• Mangkok
Bahan :
• Air secukupnya
• Temu giring
• Daun Jambu Biji
BAB I 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai tanaman yang cukup potensial, tentunya temu giring dan jambu biji sudah sepatutnya untuk dikembangkan. Hasilnya selain dapat digunakan sebagai penganekaragaman menu rakyat, juga mempunyai prospek penting sebagai bahan dasar industri. Maka tidak terlalu bila di katakan bahwa, tanaman temu giring dan jambu biji ini jika di kembangkan akan menjadi tanaman komersial di bidang produk kecantikan.
Tanaman temu giring biasa tumbuh didaerah tropis, sedangkan jambu biji biasa tumbuh di daerah yang dingin, tetapi ada juga ada juga jambu biji yang hidup di daerah tropis.
Temu giring merupakan suatu tumbuhan tanaman yang memiliki ketinggian mencapai 2 meter, berwarna hijau dengan daging buah yang berwarna putih berasa asam-manis, buah jambu biji di kenal banyak mengandung vitamin C.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Bagaimana proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.1.2 Bagaimana cara pemanfaatan obat jeraWat dengan bahan dasar temu girine dan daun jambu biji.
2
1.3 Tujuan
1.3.1 Mendeskripsikan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.3.2 Mendeskripsikan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.4 Manfaat Penelitian
a.) Bagi remaja dapat dijadikan alternatif lain untuk menghilangkan jerawat,selain produk-produk kimia yang beredaran di pasaran.
b.) Qelain itu,obat ini tidak menimbulkan efek samping sehingga pemakaiannya aman.
c.) Karya ilmiah ini juga dapat dijadikan bahan penelitian bagi para peneliti untuk diteliti lebih lanjut sebagai produk kecantikan alami.
BAB II 3
TINJUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Temu Giring dan Daun Jambu Biji
Pada temu giring dan daun jambu biji tidak memiliki batas penggunaan. Tetapi penggunaanya pun harus teratur, dan memperhatikan cara pemakaiannya,karena pemakaian secara teratur akan mempercepat prosesnya.
2.2 Temu Giring
Temu giring (curcuma heyneana) adalah sejenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat- obatan tradisional (jamu). Tumbuhan ini berkhasiat sebagai obat cacing. Mengandung piperazin sitrat, yang diketahui dapat menangkal cacing gelang.
Temu giring merupakan suatu tumbuhan tahunan, tumbuhan temu giring memiliki ketinggian yang mencapai 2 meter. Herbal temu giring memiliki rimpang yang menyebar kekiri dan kekanan batang secara memanjang sehingga terlihat kurus dan bengkok kebawah. Rimpang bagian samping umumnya memiliki rasa pahit dan bila dibelah akan telihat dagingnya yang berwarna kuning dan berbau aroma khas.
4
2.3 Jambu Biji
Jambu biji adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil yang disebarkan ke Indoneia melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah yang berwarna putih merah dan berasa asam manis. Buah jambu biji di kenal banyak mengandung vitamin C.
Jambu biji mengandung berbagai zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat penyakit dalam setiap 100 gram jambu biji yang masih segar terdapat 0,9 gram protein. 0,3 gram lemak 12,2 gram karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 gram zat besi 25 vitamin A, 0,02 vitamin B1, 87 mg vitamin C, 86 gram air, dengan total kalori sebanyak 49 kalori.
Kandungan vitamin C buah jambu biji sekitar 87 mg, dua kali lipat dari jeruk manis (49 mg/100 g), lima kali lipat dari orange, serta delapan kali lipat dari lemon (10,5 mg/100 g). Dibandingkan jambu air dan jambu bol, kadar vitamin C pada jambu biji jauh lebih besar, yaitu 17 kali lipat dari jambu air (5 mg/100 g) dan empat kali lipat dari jambu bol (22 mg/100 g).
6
3.4 Metode Deskriptif dan Eksperimen
Cara pemanfaatan untuk menghilangkan jerawat :
o Cara 1 : Daun jambu biji dan temu giring masing- masing 2 buah.
o Cara pembuatan : Haluskan daun jambu biji dan temu giring setelah itu dicampur dan diberi sedikit air.
o Cara menggunakan : Oleskan keseluruh wajah yang ditumbuhi
jerawat, biarkan hingga kering. Kemudian bilas hingga bersih. Lakukan 2X sehari.
o Cara 2 : Daun jambu biji dan temu giring masing-
masing 2 buah.
o Cara membuat : Masukan daun jambu biji dan temu giring di
panci berisi air. Tutup dan biarkan sampai
mendidih, angkat kemudian saring.
o Cara menggunakan : diminum 2x sehari pagi dan malam sebanyak ½
gelas dan dilakukan secara teratur.
BAB IV 7
PEMBAHASAN DAN HASIL
4.1 Temu Giring dan Daun Jambu Biji
Merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat penyakit dalam maupun sebagai obat jerawat.
Table 1 dan 2 tentang proses pembuatan
Percobaan
Proses
Hasil
1
2
Haluskan daun jambu dengan temu giring kemudian dicampur dengan air
Dimasukan kedalam panci berisi air. Tutup dan biarkan sampai mendidih.
Jerawat mengempis dan menghilang tidak meninggalkan bekas
Jerawat mengempis dan menghilang tetapi meninggalkan bekas
Berdasarkan data yang tertera pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan obat jerawat dari bahan dasar temu giring dan daun jambu biji adalah dengan menghaluskan temu giring dan daun jambu biji kemudian dicampur dengan air.
8
Table 3 dan 4 cara pemanfaatan
Percobaan Cara pemanfaatan Reaksi
1
2
Dioleskan keseluruh wajah
Diminum 3x sehari
Hilang secara menyeluruh, meninggalkankan bekas.
Hilang, tetapi meninggalkan bekas.
Berdasarkan data yang tertera pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa cara pemanfaatan obat jerawat dari bahan dasar temu giring dan daun jambu biji yang tepat adalah dioleskan ke seluruh wajah.
4.2 Bagian Yang Digunakan
Temu Giring
• Isi dari temu giring (daging)
Jambu Biji
• Pucuk daun jambu biji yang masih muda.
BAB V 9
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil experimen yang telah kami lakukan menyatakan bahwa pemanfaatan temu giring dan daun jambu biji sebagai obat jerawat lebih tepat digunakan dengan cara dioleskan ke seluruh wajah agar lebih maksimal hasilnya.
B. Saran
Dengan adanya pemanfaatan ini diharapkan agar dapat menjaga kelestarian tumbuhan dan juga cara penggunaanya sehingga menghasilkan yang lebih baik.
ABSTRAK
Temu giring dan daun jambu biji telah terbukti sebagai obat verbal menyembuhkan berbagai macam penyakit dan dijadikan sebagai bahan dasar jamu tradisional yang diakui secara nasional maupun internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji, dan cara pemanfaatannya.Dari eksperimen yang telah dilakukan bahwa proses pembuatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu direbus dan dihaluskan, hasilnya bahwa proses pembuatan yang dihaluskan memberikan hasil yang lebih maksimal dari pada direbus.
Selain itu, cara pemanfaatan juga ada 2 yaitu dilumuri keseluruh wajah dan diminum
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipersembahkan kehadirat Ilahi Rabbi dan salawat taslim pada Nabi Muhammad SAW, atas rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah ini berhasil dirampungkan.
Penulis menyadari bahwa secuil karya ilmiah ini sarat dengan kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu penulis mengetuk pintu hati para pembaca agar sudi kiranya menyumbangkan kritik dan saran yang kompetitif demi kesempurnaanya.
Terwujudnya karya ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi semua pihak, oleh karena itu kami tidak lupa menyugukkan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala SMAN 1 Kota Bima
2. Kedua orang tua, tercinta
3. Guru-guru pembina
4. Rekan-rekan seperjuangan
5. Seluruh komponen yang telah memberikan andilnya
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini bermanfaat bagi diri, agama, dan bangsa.
Amin ya rabal alamin !
Penulis,
i
LEMBAR PENGESAHAN
Syukur alhamdulillah atas taburan rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah dengan judul : Pemanfaatan temu giring dan daun jambu biji telah berhasil dirampungkan. Sebelum diikutkan pada berbagai lomba terlebih dahulu disahkan oleh kepala sakolah.
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini ada manfaatnya bagi kita semua. Amin ya rabbal alamiin!
Disahkan : di Kota Bima
Pada : tanggal 8 Maret 2010
Guru Pembina KIR :
Pembina 1, Pembina 2,
Drs. Sarujin AR Drs. Anwar, M.Pd
Nip.19631101199003003 Nip.196512311998021015
ii
BIODATA
Nama : Inten Manis Januarum
TTL : Bima 1 Januari
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 087766901355
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Menjadi Psikolog
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Seafood
Minuman faforit : Jus Apel
Warna faforit : Pink , Hitam
Alamat email : Inten_sweetgirl@yahoo.com
BIODATA
Nama : Jumrhatul Fatihah
TTL : Bima 6 September 1193
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 085339526886
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Dokter
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Martabak telur
Minuman faforit : Apa aja selain kopi
Warna faforit : Biru dongker
Alamat email : Jumratul93@yahoo.com
BIODATA
Nama : Ikhlasul Amal
TTL : Bima, 6 juni 1993
Alamat : Nusantara
No. Telepon : 085737824363
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Presiden
Hobi : Basket
Agama : Islam
Makanan faforit : Apa aja
Minuman faforit : JUs
Warna faforit : Putih
Alamat email : Ikhlas_begundal@yahoo.com
BIODATA
Nama : M. Rangga Anugrah
TTL : Bima, 8 maret 1993
Alamat : Penaraga
No. Telepon : 085737379738
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Jadi pembalap Motor
Hobi : Main game
Agama : Islam
Makanan faforit : Nasi Goreng
Minuman faforit : Apa aja
Warna faforit : Biru, Hijau, Putih
Alama email : Angga_saparrow@yahoo.com
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................... ii
ABSRTAK ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ......................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN................................................... 1
1.1 Latar belakang............................................................ 1
1.2 Rumusan masalah.......................................................1
1.3 Tujuan.......................................................................... 2
1.4 Manfaat penelitian........................................,............ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................3
2.1 Definisi .........................................................................3
2.2 Temu Giring................................................................ 3
2.3 Jambu Biji....................................................................4
2.4 Temulawak Sebagai Obat Hepatitis.............................. 5
BAB III PROSEDUR PENELITIAN................................... 6
3.1 Metode Penelitian...................................................... 6
3.2 Tempat dan waktu penelitian.................................. 6 3.3 Instumen ..................................................................... 6
3.4 Metode destriptif dan eksperimen ……................. 6
BAB VI PEMBAHASAN DAN PENELITIAN................. 7
4.1 Temu giring dan daun jambu biji ........................... 7
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................. 9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................... vi
BIODATA .......................................................................... vii
iv
KARYA ILMIAH REMAJA
( KIR )
PEMANFAATAN TEMU GIRING DAN DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI OBAT JERAWAT
DISUSUN OLEH
1. IKHLASUL AMAL
2. INTEN MANIS JANUARUM
3. JUMRATUL FATIHAH
4. M. RANGGA ANUGRAH
SMA 1 KOTA BIMA
JLN.SOEKARNO-HATTA NO 29, TLP 0374-43197, KOTA BIMA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
DAFTAR TABEL
Tabel percobaan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 1 dan 2 ....................................... 7
Tabel percobaan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 3 dan 4 ....................................... 8
BIODATA
Nama : Inten Manis Januarum
TTL : Bima 1 Januari
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 087766901355
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Menjadi Psikolog
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Seafood
Minuman faforit : Jus Apel
Warna faforit : Pink , Hitam
Alamat email : Inten_sweetgirl@yahoo.com
BIODATA
Nama : Jumrhatul Fatihah
TTL : Bima 6 September 1193
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 085339526886
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Dokter
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Martabak telur
Minuman faforit : Apa aja selain kopi
Warna faforit : Biru dongker
Alamat email : Jumratul93@yahoo.com
BIODATA
Nama : Ikhlasul Amal
TTL : Bima, 6 juni 1993
Alamat : Nusantara
No. Telepon : 085737824363
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Presiden
Hobi : Basket
Agama : Islam
Makanan faforit : Apa aja
Minuman faforit : JUs
Warna faforit : Putih
Alamat email : Ikhlas_begundal@yahoo.com
BIODATA
Nama : M. Rangga Anugrah
TTL : Bima, 8 maret 1993
Alamat : Penaraga
No. Telepon : 085737379738
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Jadi pembalap Motor
Hobi : Main game
Agama : Islam
Makanan faforit : Nasi Goreng
Minuman faforit : Apa aja
Warna faforit : Biru, Hijau, Putih
Alama email : Angga_saparrow@yahoo.com
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................... ii
ABSRTAK ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ......................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN................................................... 1
1.5 Latar belakang............................................................ 1
1.6 Rumusan masalah.......................................................1
1.7 Tujuan.......................................................................... 2
1.8 Manfaat penelitian........................................,............ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................3
2.1 Definisi .........................................................................3
2.2 Temu Giring................................................................ 3
2.3 Jambu Biji....................................................................4
2.4 Temulawak Sebagai Obat Hepatitis.............................. 5
BAB III PROSEDUR PENELITIAN................................... 6
3.1 Metode Penelitian...................................................... 6
3.2 Tempat dan waktu penelitian.................................. 6 3.3 Instumen ..................................................................... 6
3.4 Metode destriptif dan eksperimen ……................. 6
BAB VI PEMBAHASAN DAN PENELITIAN................. 7
4.1 Temu giring dan daun jambu biji ........................... 7
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................. 9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................... vi
BIODATA .......................................................................... vii
iv
KARYA ILMIAH REMAJA
( KIR )
PEMANFAATAN TEMU GIRING DAN DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI OBAT JERAWAT
DISUSUN OLEH
5. IKHLASUL AMAL
6. INTEN MANIS JANUARUM
7. JUMRATUL FATIHAH
8. M. RANGGA ANUGRAH
SMA 1 KOTA BIMA
JLN.SOEKARNO-HATTA NO 29, TLP 0374-43197, KOTA BIMA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
DAFTAR TABEL
Tabel percobaan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 1 dan 2 ....................................... 7
Tabel percobaan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 3 dan 4 ....................................... 8
v
DAFTAR PUSTAKA
• 2010 Maret 20,http://www.google.com
• 2010 Maret 22,http://www.wikipedia.com
1. Mardisiswoyo, S., Radjakmangunsoedarso, H., 1990. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang. Balai Pustaka. Jakarta.
2. Lewis, W. H., 1977. Medical Botany, Plants Affecting Mans Health. Wiley-Interscience Publications.
3. Gan, S., 1980. Farmakologi dan Terapi, Edisi 2. Bagian Farmakologi, Fak. Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta.
4. Hoffman penelitian., D.L., 1998. Peptic ulceration, Herbal Medicine on Health World Online.
5. Hasil-hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga
vi
PROSEDUR PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Dalam penelitian daun jambu biji dan temu giring menggunakan uji coba pucuk dan daun jambu biji dan umbi temu giring terlebih dahulu, setelah itu baru di dapat hasil yang cocok untuk dijadikan sebagai obat jerawat.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Bertempat di rumah Jumratul Fatihah jalan Jendral Sudirman kel. Rabangodu selatan kota BIMA, Tanggal 10 Januari – 17 Januari 2010.
3.3 Instrumen penelitian
Alat :
• Kompor
• Panci
• Gelas
• Sendok
• Saringan
• Mangkok
Bahan :
• Air secukupnya
• Temu giring
• Daun Jambu Biji
BAB I 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai tanaman yang cukup potensial, tentunya temu giring dan jambu biji sudah sepatutnya untuk dikembangkan. Hasilnya selain dapat digunakan sebagai penganekaragaman menu rakyat, juga mempunyai prospek penting sebagai bahan dasar industri. Maka tidak terlalu bila di katakan bahwa, tanaman temu giring dan jambu biji ini jika di kembangkan akan menjadi tanaman komersial di bidang produk kecantikan.
Tanaman temu giring biasa tumbuh didaerah tropis, sedangkan jambu biji biasa tumbuh di daerah yang dingin, tetapi ada juga ada juga jambu biji yang hidup di daerah tropis.
Temu giring merupakan suatu tumbuhan tanaman yang memiliki ketinggian mencapai 2 meter, berwarna hijau dengan daging buah yang berwarna putih berasa asam-manis, buah jambu biji di kenal banyak mengandung vitamin C.
1.2 Rumusan masalah
1.2.1 Bagaimana proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.1.2 Bagaimana cara pemanfaatan obat jeraWat dengan bahan dasar temu girine dan daun jambu biji.
2
1.3 Tujuan
1.3.1 Mendeskripsikan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.3.2 Mendeskripsikan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji.
1.4 Manfaat Penelitian
a.) Bagi remaja dapat dijadikan alternatif lain untuk menghilangkan jerawat,selain produk-produk kimia yang beredaran di pasaran.
b.) Qelain itu,obat ini tidak menimbulkan efek samping sehingga pemakaiannya aman.
c.) Karya ilmiah ini juga dapat dijadikan bahan penelitian bagi para peneliti untuk diteliti lebih lanjut sebagai produk kecantikan alami.
BAB II 3
TINJUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Temu Giring dan Daun Jambu Biji
Pada temu giring dan daun jambu biji tidak memiliki batas penggunaan. Tetapi penggunaanya pun harus teratur, dan memperhatikan cara pemakaiannya,karena pemakaian secara teratur akan mempercepat prosesnya.
2.2 Temu Giring
Temu giring (curcuma heyneana) adalah sejenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat- obatan tradisional (jamu). Tumbuhan ini berkhasiat sebagai obat cacing. Mengandung piperazin sitrat, yang diketahui dapat menangkal cacing gelang.
Temu giring merupakan suatu tumbuhan tahunan, tumbuhan temu giring memiliki ketinggian yang mencapai 2 meter. Herbal temu giring memiliki rimpang yang menyebar kekiri dan kekanan batang secara memanjang sehingga terlihat kurus dan bengkok kebawah. Rimpang bagian samping umumnya memiliki rasa pahit dan bila dibelah akan telihat dagingnya yang berwarna kuning dan berbau aroma khas.
4
2.3 Jambu Biji
Jambu biji adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil yang disebarkan ke Indoneia melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah yang berwarna putih merah dan berasa asam manis. Buah jambu biji di kenal banyak mengandung vitamin C.
Jambu biji mengandung berbagai zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat penyakit dalam setiap 100 gram jambu biji yang masih segar terdapat 0,9 gram protein. 0,3 gram lemak 12,2 gram karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 gram zat besi 25 vitamin A, 0,02 vitamin B1, 87 mg vitamin C, 86 gram air, dengan total kalori sebanyak 49 kalori.
Kandungan vitamin C buah jambu biji sekitar 87 mg, dua kali lipat dari jeruk manis (49 mg/100 g), lima kali lipat dari orange, serta delapan kali lipat dari lemon (10,5 mg/100 g). Dibandingkan jambu air dan jambu bol, kadar vitamin C pada jambu biji jauh lebih besar, yaitu 17 kali lipat dari jambu air (5 mg/100 g) dan empat kali lipat dari jambu bol (22 mg/100 g).
6
3.4 Metode Deskriptif dan Eksperimen
Cara pemanfaatan untuk menghilangkan jerawat :
o Cara 1 : Daun jambu biji dan temu giring masing- masing 2 buah.
o Cara pembuatan : Haluskan daun jambu biji dan temu giring setelah itu dicampur dan diberi sedikit air.
o Cara menggunakan : Oleskan keseluruh wajah yang ditumbuhi
jerawat, biarkan hingga kering. Kemudian bilas hingga bersih. Lakukan 2X sehari.
o Cara 2 : Daun jambu biji dan temu giring masing-
masing 2 buah.
o Cara membuat : Masukan daun jambu biji dan temu giring di
panci berisi air. Tutup dan biarkan sampai
mendidih, angkat kemudian saring.
o Cara menggunakan : diminum 2x sehari pagi dan malam sebanyak ½
gelas dan dilakukan secara teratur.
BAB IV 7
PEMBAHASAN DAN HASIL
4.1 Temu Giring dan Daun Jambu Biji
Merupakan tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat penyakit dalam maupun sebagai obat jerawat.
Table 1 dan 2 tentang proses pembuatan
Percobaan
Proses
Hasil
1
2
Haluskan daun jambu dengan temu giring kemudian dicampur dengan air
Dimasukan kedalam panci berisi air. Tutup dan biarkan sampai mendidih.
Jerawat mengempis dan menghilang tidak meninggalkan bekas
Jerawat mengempis dan menghilang tetapi meninggalkan bekas
Berdasarkan data yang tertera pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan obat jerawat dari bahan dasar temu giring dan daun jambu biji adalah dengan menghaluskan temu giring dan daun jambu biji kemudian dicampur dengan air.
8
Table 3 dan 4 cara pemanfaatan
Percobaan Cara pemanfaatan Reaksi
1
2
Dioleskan keseluruh wajah
Diminum 3x sehari
Hilang secara menyeluruh, meninggalkankan bekas.
Hilang, tetapi meninggalkan bekas.
Berdasarkan data yang tertera pada tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa cara pemanfaatan obat jerawat dari bahan dasar temu giring dan daun jambu biji yang tepat adalah dioleskan ke seluruh wajah.
4.2 Bagian Yang Digunakan
Temu Giring
• Isi dari temu giring (daging)
Jambu Biji
• Pucuk daun jambu biji yang masih muda.
BAB V 9
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil experimen yang telah kami lakukan menyatakan bahwa pemanfaatan temu giring dan daun jambu biji sebagai obat jerawat lebih tepat digunakan dengan cara dioleskan ke seluruh wajah agar lebih maksimal hasilnya.
B. Saran
Dengan adanya pemanfaatan ini diharapkan agar dapat menjaga kelestarian tumbuhan dan juga cara penggunaanya sehingga menghasilkan yang lebih baik.
ABSTRAK
Temu giring dan daun jambu biji telah terbukti sebagai obat verbal menyembuhkan berbagai macam penyakit dan dijadikan sebagai bahan dasar jamu tradisional yang diakui secara nasional maupun internasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar temu giring dan daun jambu biji, dan cara pemanfaatannya.Dari eksperimen yang telah dilakukan bahwa proses pembuatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu direbus dan dihaluskan, hasilnya bahwa proses pembuatan yang dihaluskan memberikan hasil yang lebih maksimal dari pada direbus.
Selain itu, cara pemanfaatan juga ada 2 yaitu dilumuri keseluruh wajah dan diminum
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipersembahkan kehadirat Ilahi Rabbi dan salawat taslim pada Nabi Muhammad SAW, atas rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah ini berhasil dirampungkan.
Penulis menyadari bahwa secuil karya ilmiah ini sarat dengan kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu penulis mengetuk pintu hati para pembaca agar sudi kiranya menyumbangkan kritik dan saran yang kompetitif demi kesempurnaanya.
Terwujudnya karya ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi semua pihak, oleh karena itu kami tidak lupa menyugukkan ucapan terima kasih kepada:
1. Kepala SMAN 1 Kota Bima
2. Kedua orang tua, tercinta
3. Guru-guru pembina
4. Rekan-rekan seperjuangan
5. Seluruh komponen yang telah memberikan andilnya
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini bermanfaat bagi diri, agama, dan bangsa.
Amin ya rabal alamin !
Penulis,
i
LEMBAR PENGESAHAN
Syukur alhamdulillah atas taburan rahmat dan hidayah-Nya karya ilmiah dengan judul : Pemanfaatan temu giring dan daun jambu biji telah berhasil dirampungkan. Sebelum diikutkan pada berbagai lomba terlebih dahulu disahkan oleh kepala sakolah.
Semoga setetes tinta yang kami torehkan di pentas bumi ini ada manfaatnya bagi kita semua. Amin ya rabbal alamiin!
Disahkan : di Kota Bima
Pada : tanggal 8 Maret 2010
Guru Pembina KIR :
Pembina 1, Pembina 2,
Drs. Sarujin AR Drs. Anwar, M.Pd
Nip.19631101199003003 Nip.196512311998021015
ii
BIODATA
Nama : Inten Manis Januarum
TTL : Bima 1 Januari
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 087766901355
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Menjadi Psikolog
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Seafood
Minuman faforit : Jus Apel
Warna faforit : Pink , Hitam
Alamat email : Inten_sweetgirl@yahoo.com
BIODATA
Nama : Jumrhatul Fatihah
TTL : Bima 6 September 1193
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 085339526886
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Dokter
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Martabak telur
Minuman faforit : Apa aja selain kopi
Warna faforit : Biru dongker
Alamat email : Jumratul93@yahoo.com
BIODATA
Nama : Ikhlasul Amal
TTL : Bima, 6 juni 1993
Alamat : Nusantara
No. Telepon : 085737824363
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Presiden
Hobi : Basket
Agama : Islam
Makanan faforit : Apa aja
Minuman faforit : JUs
Warna faforit : Putih
Alamat email : Ikhlas_begundal@yahoo.com
BIODATA
Nama : M. Rangga Anugrah
TTL : Bima, 8 maret 1993
Alamat : Penaraga
No. Telepon : 085737379738
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Jadi pembalap Motor
Hobi : Main game
Agama : Islam
Makanan faforit : Nasi Goreng
Minuman faforit : Apa aja
Warna faforit : Biru, Hijau, Putih
Alama email : Angga_saparrow@yahoo.com
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................... ii
ABSRTAK ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ......................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN................................................... 1
1.1 Latar belakang............................................................ 1
1.2 Rumusan masalah.......................................................1
1.3 Tujuan.......................................................................... 2
1.4 Manfaat penelitian........................................,............ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................3
2.1 Definisi .........................................................................3
2.2 Temu Giring................................................................ 3
2.3 Jambu Biji....................................................................4
2.4 Temulawak Sebagai Obat Hepatitis.............................. 5
BAB III PROSEDUR PENELITIAN................................... 6
3.1 Metode Penelitian...................................................... 6
3.2 Tempat dan waktu penelitian.................................. 6 3.3 Instumen ..................................................................... 6
3.4 Metode destriptif dan eksperimen ……................. 6
BAB VI PEMBAHASAN DAN PENELITIAN................. 7
4.1 Temu giring dan daun jambu biji ........................... 7
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................. 9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................... vi
BIODATA .......................................................................... vii
iv
KARYA ILMIAH REMAJA
( KIR )
PEMANFAATAN TEMU GIRING DAN DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI OBAT JERAWAT
DISUSUN OLEH
1. IKHLASUL AMAL
2. INTEN MANIS JANUARUM
3. JUMRATUL FATIHAH
4. M. RANGGA ANUGRAH
SMA 1 KOTA BIMA
JLN.SOEKARNO-HATTA NO 29, TLP 0374-43197, KOTA BIMA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
DAFTAR TABEL
Tabel percobaan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 1 dan 2 ....................................... 7
Tabel percobaan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 3 dan 4 ....................................... 8
BIODATA
Nama : Inten Manis Januarum
TTL : Bima 1 Januari
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 087766901355
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Menjadi Psikolog
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Seafood
Minuman faforit : Jus Apel
Warna faforit : Pink , Hitam
Alamat email : Inten_sweetgirl@yahoo.com
BIODATA
Nama : Jumrhatul Fatihah
TTL : Bima 6 September 1193
Alamat : Rabangodu
No. Telepon : 085339526886
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Dokter
Hobi : Membaca
Agama : Islam
Makanan faforit : Martabak telur
Minuman faforit : Apa aja selain kopi
Warna faforit : Biru dongker
Alamat email : Jumratul93@yahoo.com
BIODATA
Nama : Ikhlasul Amal
TTL : Bima, 6 juni 1993
Alamat : Nusantara
No. Telepon : 085737824363
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Presiden
Hobi : Basket
Agama : Islam
Makanan faforit : Apa aja
Minuman faforit : JUs
Warna faforit : Putih
Alamat email : Ikhlas_begundal@yahoo.com
BIODATA
Nama : M. Rangga Anugrah
TTL : Bima, 8 maret 1993
Alamat : Penaraga
No. Telepon : 085737379738
Sekolah : SMA 1 KOTA BIMA
Cita-cita : Jadi pembalap Motor
Hobi : Main game
Agama : Islam
Makanan faforit : Nasi Goreng
Minuman faforit : Apa aja
Warna faforit : Biru, Hijau, Putih
Alama email : Angga_saparrow@yahoo.com
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................... ii
ABSRTAK ............................................................................ iii
DAFTAR ISI ......................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN................................................... 1
1.5 Latar belakang............................................................ 1
1.6 Rumusan masalah.......................................................1
1.7 Tujuan.......................................................................... 2
1.8 Manfaat penelitian........................................,............ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................3
2.1 Definisi .........................................................................3
2.2 Temu Giring................................................................ 3
2.3 Jambu Biji....................................................................4
2.4 Temulawak Sebagai Obat Hepatitis.............................. 5
BAB III PROSEDUR PENELITIAN................................... 6
3.1 Metode Penelitian...................................................... 6
3.2 Tempat dan waktu penelitian.................................. 6 3.3 Instumen ..................................................................... 6
3.4 Metode destriptif dan eksperimen ……................. 6
BAB VI PEMBAHASAN DAN PENELITIAN................. 7
4.1 Temu giring dan daun jambu biji ........................... 7
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN............................. 9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................... vi
BIODATA .......................................................................... vii
iv
KARYA ILMIAH REMAJA
( KIR )
PEMANFAATAN TEMU GIRING DAN DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI OBAT JERAWAT
DISUSUN OLEH
5. IKHLASUL AMAL
6. INTEN MANIS JANUARUM
7. JUMRATUL FATIHAH
8. M. RANGGA ANUGRAH
SMA 1 KOTA BIMA
JLN.SOEKARNO-HATTA NO 29, TLP 0374-43197, KOTA BIMA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010
DAFTAR TABEL
Tabel percobaan proses pembuatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 1 dan 2 ....................................... 7
Tabel percobaan cara pemanfaatan obat jerawat dengan bahan dasar daun jambu biji dan temu giring.
• Tabel percobaan 3 dan 4 ....................................... 8
v
DAFTAR PUSTAKA
• 2010 Maret 20,http://www.google.com
• 2010 Maret 22,http://www.wikipedia.com
1. Mardisiswoyo, S., Radjakmangunsoedarso, H., 1990. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang. Balai Pustaka. Jakarta.
2. Lewis, W. H., 1977. Medical Botany, Plants Affecting Mans Health. Wiley-Interscience Publications.
3. Gan, S., 1980. Farmakologi dan Terapi, Edisi 2. Bagian Farmakologi, Fak. Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta.
4. Hoffman penelitian., D.L., 1998. Peptic ulceration, Herbal Medicine on Health World Online.
5. Hasil-hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga
vi
Langganan:
Postingan (Atom)